Komponen Catu Daya Mikroprosesor

Komponen Catu Daya Mikroprosesor – . Sistem mikroprosesor dikembangkan manusia  mengikuti teladan badan manusia, yaitu sistem dibentuk dengan membentuk organ-organ yang sering istilahnya disebut dengan komponen.

Simak juga artikel lainnya disini Perbedaan – Perbedaan Berbagai Macam Mikroprosesor

Setiap komponen pembentuk sistem mikroprosesor dibangun dari rangkaian-rangkaian gerbang digital, antar komponen dihubungkan dengan sistem jalur data (Data BUS), untuk menunjuk komponen dipakai jalur alamat (Address Bus) dan untuk sinkronisasi kerja antar komponen dipakai jalur kontrol (Control Bus).

Seperti pada badan insan pada sistem mikroprosesor untuk memanfaatkan atau memakai fungsi komponen dilakukan dengan perintah yang dikirim dari sentra pengolah yang disebut Arithmatic Logic Unit (ALU).

Untuk memahami komponen sistem mikroprosesor secara menyeluruh harus mengetahui semua komponen – komponen penyusunnya, berikut dijelaskan rangkaian gerbang digital pembentuk komponen sistem mikroprosesor yaitu Komponen Catu Daya.

Catu Daya Mikroprosesor

Sebuah mikroprosesor akan sanggup bekerja dengan tepat apabila diberikan tegangan listrik dari catu daya yang stabil pada tegangan kerjanya, oleh alasannya yaitu itu pada belahan ini dijelaskan rangkaian dasar catu daya sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan sistem mikroprosesor.

Catu daya yang dibutuhkan oleh sistem mikroprosesor umumnya satu sumber dengan tegangan listrik sebesar +5 volt yang diperuntukan khusus memperlihatkan catu pada mikroprosesor, rangkaian digital pendukung berupa tegangan untuk komponen-komponen TTL, dan untuk rangkaian tertentu dengan tegangan +/- 12 volt menyerupai konversi digital ke analog serta untuk memori (RAM) dinamik dengan tegangan – 5 volt.

Sedangkan untuk kebutuhan tegangan yang diperuntukan rangkaian pemrogram EPROM dibutuhkan tegangan listrik antara 22 volt hingga 26 volt, kebutuhan arus listrik untuk keseluruhan sistem berkisar antara 2 ampere hingga 5 ampere hal ini tergantung dari kompleksitas rangkaian yang dibentuk dalam sistem mikroprosesor.

a. Catu Daya 5 volt

Catu daya 5 volt sanggup dibangun dari rangkaian dasar penyearah 4 dioda yang membentuk model penyearah gelombang penuh, oleh alasannya yaitu dibutuhkan tegangan 5 volt dengan stabilitas tegangan yang tinggi maka
dibutuhkan sebuah rangkaian penstabil tegangan.

Pada prinsipnya penstabil tegangan harus diberikan tegangan masukan lebih tinggi dari 5 volt, supaya IC penstabil tegangan tidak terlalu panas maka tegangan masukan yang berasal dari sebuah transformator diambil dengan tegangan antara 7,5 volt hingga 9 volt serta kemampuan memperlihatkan arus listrik sebesar 2 ampere.

Gambar 1 menandakan sebuah rangkaian catu daya 5 volt dengan memakai penstabil tegangan 7805, dimana transformator berfungsi sebagai penurun tegangan dari 220 volt (AC) menjadi tegangan 7,5 volt (AC).

Melalui 4 buah dioda yang terpasang secara metode jembatan tegangan tersebut disearahkan menjadi arus DC gelombang penuh, dengan memasang sebuah filter berupa kondensator 4700 uF/16 volt maka gelombang penuh tersebut dibentuk menjadi arus listrik searah. Selanjutnya tegangan DC yang keluar dari filter (kondensator) dibentuk supaya stabil selalu mengeluarkan tegangan sebesar 5 volt (konstan), untuk itu dipasang sebuah IC penstabil tegangan dengan tipe 7805. Dengan memasang IC 7805 inilah didapatkan tegangan yang stabil sebesar 5 volt dan sanggup menyediakan arus searah sebesar 2 ampere.

Yang perlu diperhatikan dalam rangkaian ini yaitu jangan hingga rangkaian diode jembatan terbalik, pemasangan polaritas kondensator filter terbalik hal ini akan menjadikan kondensator meletus dan jangan hingga memasang IC penstabil tegangan tertukar kaki-kakinya.

Rangkaian yang ditunjukan pada gambar 1 cukup baik untuk dipakai sebagai pemberi tegangan dan arus listrik pada sistem mikroprosesor, alasannya yaitu menurut hasil pengujian dengan memperlihatkan beban yang bervariasi mulai 0 ampere hingga 2 ampere ternyata tegangan tetap stabil + 5 volt.

Agar kualitas lebih baik lagi maka IC 7805 perlu diberi pendingin dari materi aluminium, sehingga panas yang tinggi pada IC 7805 tidak terjadi lagi. Oleh alasannya yaitu sistem kerja clock mikroprosesor mempunyai frekuensi tinggi maka perlu dipasangkan filter untuk frekuensi tinggi, untuk itu dua kondensator yang masing-masing besarnya 100 nF dipasangkan secara paralel pada kedua kondensator sebelumnya.

b. Catu Daya +/- 12 volt.

Catu daya +/- 12 volt sanggup dibangun dari rangkaian dasar penyearah 4 dioda menyerupai pada catu daya 5 volt, keempat diode membentuk model penyearah gelombang penuh. Penyearah tersebut diumpankan pada kumparan sekunder transformator dengan tegangan bolak-balik 15 volt, oleh alasannya yaitu dibutuhkan tegangan +/- 12 volt maka diharapkan titik tengah sebagai ground dan untuk menjaga stabilitas tegangan yang tinggi maka dipasangkan dua buah rangkaian penstabil tegangan positip dan penstabil tegangan negatip.

Dengan dipasangnya penstabil tegangan maka diharapkan tegangan masukan lebih tinggi dari 12 volt, untuk menjaga supaya IC penstabil tegangan tidak terlalu panas maka tegangan masukan yang berasal dari transformator diambil dengan tegangan sebesar 15 volt untuk keperluan ini dibutuhkan arus listrik sebesar 1 hingga 2 ampere.

Gambar 2 menandakan sebuah rangkaian catu daya +/- 12 volt dengan memakai penstabil tegangan 7812 untuk sumber tegangan positip dan 7912 untuk sumber tegangan negatip, dan transformator berfungsi sebagai penurun tegangan dari 220 volt (AC) menjadi tegangan 15 volt (AC) dengan titik tengah.

Melalui 4 buah dioda yang terpasang secara metode jembatan tegangan tersebut disearahkan menjadi arus DC gelombang penuh, dengan memasang sebuah filter berupa kondensator 4700 uF/16 volt maka gelombang penuh tersebut dibentuk menjadi arus listrik searah.

Selanjutnya tegangan DC yang keluar dari filter (kondensator) dibentuk supaya stabil selalu mengeluarkan tegangan sebesar +/- 12 volt (konstan), untuk itu dipasang sebuah IC penstabil tegangan dan dengan memasang IC inilah didapatkan tegangan yang stabil sebesar +/- 12 volt dan sanggup menyediakan arus searah sebesar 1 hingga 2 ampere.

Oleh alasannya yaitu diharapkan tegangan – 5 volt untuk mendukung operasi RAM dinamik maka pada rangkaian catu daya +/- 12 volt ini perlu ditambahkan sumber tegangan – 5 volt.

Seperti pada catu daya 5 volt, perlu diperhatikan dalam rangkaian ini jangan hingga rangkaian diode jembatan terbalik, pemasangan polaritas kondensator filter terbalik hal ini akan menjadikan kondensator meletus dan jangan hingga memasang IC penstabil tegangan tertukar kaki-kakinya.

Rangkaian yang ditunjukan pada gambar 2 cukup baik untuk dipakai sebagai pemberi tegangan dan arus listrik pada sistem mikroprosesor, alasannya yaitu menurut hasil pengujian dengan memperlihatkan beban yang bervariasi mulai 0 ampere hingga 2 ampere ternyata tegangan tetap stabil +/- 12 volt.

Agar kualitas lebih baik lagi maka IC 7812 dan IC 7912 perlu diberi pendingin dari materi aluminium, sehingga tidak terjadi lonjakan panas yang tinggi pada IC ketika dibebani. Untuk menjaga interferensi frekuensi tinggi maka perlu dipasangkan filter untuk frekuensi tinggi, untuk itu dua kondensator yang masing-masing besarnya 100 nF dipasangkan secara paralel pada kedua kondensator sebelumnya.

c. Catu Daya 25 volt.

Catu daya 25 volt difungsikan sebagai pemberi catu tegangan pada rangkaian pemrogram EPROM (2716, 2732 atau 2764), untuk keperluan tersebut rangkaian sanggup dibangun dari rangkaian dasar penyearah 4 dioda menyerupai pada catu daya 5 volt ataupun catu daya +/- 12 volt. Keempat diode membentuk model penyearah gelombang penuh, penyearah tersebut diumpankan pada kumparan sekunder transformator dengan tegangan bolakbalik 30 volt.

Agar tegangan keluaran catu daya sanggup memperlihatkan tegangan sanggup diatur antara 20 volt hingga 30 volt DC maka diharapkan rangkaian pengatur, dan untuk menjaga stabilitas tegangan yang tinggi maka dipasangkan sebuah rangkaian pengatur tegangan dan sekaligus sebagai penstabil tegangan.

Pada rangkaian catu daya ini IC dengan tipe 7805 berfungsi sebagai pengatur tegangan dan juga sebagai penstabil tegangan, tegangan masukan sebesar 30 volt untuk sanggup mencapai tegangan keluaran yang sanggup diatur antara 20 volt hingga 30 volt DC sesuai dengan kebutuhan. Untuk menjaga supaya IC penstabil tegangan tidak terlalu panas maka tegangan masukan yang berasal dari transformator diambil dengan tegangan sebesar 30 volt untuk keperluan ini dibutuhkan arus listrik sebesar 1 ampere.

Gambar 3 Catu daya yang sanggup diatur keluarannaya 20 volt.. 30 volt DC Agar kualitas lebih baik lagi maka IC 7805 perlu diberi pendingin dari materi aluminium, sehingga tidak terjadi lonjakan panas yang tinggi pada IC ketika dibebani. Untuk menjaga interferensi frekuensi tinggi maka perlu dipasangkan filter untuk frekuensi tinggi, untuk itu dua kondensator yang masing-masing besarnya 100 nF dipasangkan secara paralel pada kedua kondensator sebelumnya.

Demikian Komponen Catu Daya Mikroprosesor yang bisa bagikan semoga bermanfaat.

Simak pembahasan selanjuntya yaitu Saklar Digita Pada Mikroprosesor