Mekanisme Penyaluran Dan Pengambilan Dana Bos Ma Swasta Tahun 2015

Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS MA Swasta Tahun 2015 Sudah saya singgung banyak mengenai Dana Bos di dlishdessert.com ini baik dari Bos tingkat SD/SMP atau SMA/SMK, kali ini masih mengenai penggunaan dana bos tahun 2015 dlishdessert.com akan memperlihatkan citra mekanisme penyaluran dan pengambilan dana BOS MA tahun 2015, untuk lebih lengkapnya anda sanggup baca baik-baik rincian di bawah ini;

Mekanisme Penyaluran Dana BOS MA Swasta

Penyaluran dana BOS ke Madrasah/PPS hanya dilakukan untuk madrasah swasta, sedangkan untuk madrasah negeri dana BOS tidak disalurkan melalui Tim Manajemen BOS Provinsi, tetapi sudah teranggarkan dalam DIPA masing-masing satker.

Syarat penyaluran dana BOS

    Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS MA Swasta Tahun  Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS MA Swasta Tahun 2015

  1. Bagi Madrasah/PPS yang belum mempunyai rekening rutin, harus membuka nomor rekening atas nama Madrasah/PPS (tidak boleh atas nama pribadi/yayasan).
  2. Madrasah/PPS mengirimkan nomor rekening tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota (Formulir BOS-04).
  3. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melaksanakan verifikasi dan mengkompilasi nomor rekening Madrasah/PPS dan selanjutnya dikirim kepada Tim Manajemen BOS Provinsi, disertakan pula daftar madrasah yang menolak BOS (Formulir BOS-05).

Proses Penyaluran dana BOS MA Swasta

a. Penyaluran dana BOS MA/PPS Ulya untuk periode Januari-Desember 2015 dilakukan
secara sedikit demi sedikit dengan ketentuan:

  1. Dana BOS disalurkan setiap periode semesteran.
  2. Dana BOS dibutuhkan sanggup disalurkan dari KPPN ke Madrasah/PPS dengan sempurna waktu pada setiap periode semesteran dengan ketentuan:
  • Semester Pertama (Januari-Juli) dilakukan paling lambat simpulan bulan Maret 2015;
  • Semester Kedua (Juli-Desember) dilakukan paling lambat simpulan bulan September 2015.

b. Penyaluran dana dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dengan tahap-tahap
sebagai berikut:

  1. Tim Manajemen BOS Provinsi mengajukan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS sesuai dengan kebutuhan yang disertakan lampiran nomor rekening masing-masing Madrasah/PPS peserta aktivitas BOS;
  2. Unit terkait di Kanwil Kementerian Agama Provinsi melaksanakan verifikasi atas SPP-LS dimaksud, kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS);
  3. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi selanjutnya mengirimkan SPM-LS dimaksud kepada KPPN Provinsi;
  4. KPPN Provinsi melaksanakan verifikasi terhadap SPM-LS untuk selanjutnya menerbitkan SP2D yang dibebankan kepada rekening Kas Negara;
  5. KPPN mencairkan dana BOS eksklusif ke rekening masing-masing Madrasah/PPS peserta aktivitas BOS;
  6. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan Madrasah/PPS harus mengecek kesesuaian dana yang disalurkan dengan alokasi dana BOS yang ditetapkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Jika terdapat perbedaan dalam jumlah dana yang diterima, maka perbedaan tersebut harus segera dilaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi untuk diselesaikan lebih lanjut;
  7. Jika dana BOS yang diterima oleh Madrasah/PPS pada semester pertama lebih besar dari jumlah yang seharusnya, contohnya akhir kesalahan data jumlah siswa, maka Madrasah/PPS diperbolehkan untuk menyimpan kelebihan dana tersebut pada rekening madrasah yang bersangkutan dan wajib melaporkan kelebihan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota untuk kemudian diperhitungkan dengan jumlah pencairan dana BOS pada semester kedua;
  8. Jika kelebihan dana BOS yang diterima oleh Madrasah/PPS terjadi pada semester kedua, maka kelebihan dana BOS tersebut harus dikembalikan ke Kas Negara sebelum simpulan tahun anggaran;
  9. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke Madrasah/PPS lain sehabis pencairan dana pada semester berjalan, maka dana BOS siswa tersebut dalam semester berjalan menjadi hak Madrasah/PPS lama.

Mekanisme Pengambilan Dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS

Prosedur pengambilan dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS harus mengacu pada ketentuan sebagai berikut:

  1. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh Kepala Madrasah/PPS (atau bendahara BOS) dengan diketahui oleh Ketua Komite Madrasah dan sanggup dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dengan menyisakan saldo minimum sesuai peraturan yang berlaku. Saldo minimum ini bukan termasuk pemotongan;
  2. Pengambilan dana BOS diubahsuaikan dengan rencana penggunaaan dana BOS sebagaimana formulir BOS-07. Pengambilan dana BOS tidak diharuskan melalui sejenis rekomendasi/persetujuan dari pihak manapun, sehingga menghambat pengambilan dana dan jalannya kegiatan operasional madrasah;
  3. Dana BOS harus diterima secara utuh sesuai dengan SK Alokasi yang dibentuk oleh Tim Manajemen BOS Kab/Kota, dan tidak diperkenankan adanya pemotongan atau pungutan biaya apa pun dengan alasan apa pun dan oleh pihak mana pun;
  4. Penyaluran dana BOS yang dilakukan secara sedikit demi sedikit (semesteran), bukan berarti harus dihabiskan dalam tiap periode tersebut. Besar penggunaan dana BOS tiap bulan diubahsuaikan dengan kebutuhan madrasah sebagaimana tertuang dalam Rencana Kegiatan Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM);
  5. Bilamana terdapat sisa dana di madrasah pada simpulan tahun anggaran, maka dana tersebut tetap milik kas madrasah (tidak disetor ke kas negara) dan harus dipakai untuk kepentingan madrasah;
  6. Bunga Bank/Jasa Giro akhir adanya dana di rekening madrasah menjadi milik madrasah untuk dipakai bagi kepentingan madrasah

Demikian warta singkat dari dlishdessert.com mengenai mekanisme penyaluran dan pengambilan dana BOS MA madrasah tahun 2015, agar sanggup di jadikan teladan dalam pelaksanaan dan penggunaan dana BOS sebaik-baiknya sesuai hukum yang ada. terimakasih