Teknik Merancang Perencanaan Pementasan Teater ( Pola Panduan Lengkap)

Setelah sebelumnya membuatkan perihal Unsur Kegiatan Merancang Pementasan Teater, maka ketika ini ingin menuliskan perihal Teknik Merancang Pementasan Teater. Seperti apa dan bagaimana? Silahkan simak di bawah ini.

Teknik yakni cara, upaya, taktik dan metode untuk memudahkan kerja dalam menuntaskan suatu pekerjaan. Terkait teknik dalam pementasan teater sanggup dipahami sebagai suatu cara dan upaya kau bersama atau kelompok yang dibuat untuk terlibat dalam merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengevaluasi pementasan teater yang kau akan lakukan.

Silahkan Simak Juga Pengertian Merangcang Pemnetasan Teater

Teknik pementasan teater yang sanggup dilakukan bahu-membahu dalam pementasan sanggup dibagi dalam dua wilayah kegiatan. Wilayah kegiatan artistik dan non artistik. Kegiatan wilayah artistik bertugas untuk menyiapkan materi (produk) seni teater. Wilayah non artistik bertugas sebagai penyelenggara pementasan.

Dengan demikian, secara teknis pementasan teater yakni suatu kegiatan yang tidak sanggup lepas dari kegiatan manajemen dengan memfungsikan sumber-sumber yang ada, Sebagai pola jikalau dilakukan disekolah maka meliputi; siswa, guru dan orang tua; keuangan; metode; mesin/teknologi; materi dan alat; hingga pada pemasaran jikalau memungkinkan.

Pementasan teater sanggup kau lakukan dengan cara pembagian wilayah kerja; artistik dan non artistik, mencakup kegiatan merencanakan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap kegiatan merancang pementasan teater.

Merencanakan Pementasan teater

Perencanaan merupakan suatu langkah kegiatan awal dalam menetapkan kegiatan melalui tahapan kerja untuk mencapai tujuan yang telah digariskan, termasuk kegiatan pengambilan keputusan dan pilihan alternatif-alternatif keputusan. Keputusan-keputusan di dalam perencanaan tersebut dilakukan
oleh seorang pimpinan.

Oleh alasannya itu, perencanaan non artistik yakni perencanaan di luar pementasan seni di dalam manajemen seni pementasan atau pementasan dipimpinan oleh seorang manager yang disebut dengan
Manager Produksi atau Pimpinan Produksi. Sedangkan keputusan-keputusan di dalam perencanaan artistik teater dilakukan oleh Manager Artistik atau Sutradara.

Tujuan dari perencanaan yakni untuk menghindari tingkat kesalahan atau hambatan yang akan terjadi serta sekaligus mendorong peningkatan pencapaian tujuan dari sebuah planning pementasan dalam hal ini pementasan teater.

Perencanaan non artistik di dalam pementasan teater, mencakup pengelolaandibidang: personal pementasan, administrasi, keuangan, publikasi, dokumentasi, pemasaran, kemitraan dan laporan pementasan.

Dari sekian banyaknya perencanaan kerja yang harus dilakukan, seorang Pimpinan Produksi perlu melaksanakan pengorganisasian dan pembagian wilayah kerja menurut potensi yang ada, termasuk potensi yang ada di sekolah dengan segala keterbatasannya.

Rencana pementasan teater atau merencanakan kegiatan lainnya, biasanya diawali dengan suatu rapat atau pertemuan terbatas dengan acara suatu acara kegiatan yang akan dan harus dilaksanakan oleh forum atau sekolah atas janji bersama.

Tahapan merencanakan pementasan teater sebagai langkah kerja dalam kegiatan merancang pementasan sanggup dikemukan sebagai berikut.

a. Pertemuan Sekolah dan Komite Sekolah

Pertemuan untuk mufakat yakni suatu hal penting untuk dilakukan dalam memulai suatu kegiatan, terutama kegiatan yang telah diprogramkan. Pertemuan sekolah antara kepala sekolah dan guru-guru dengan komite sekolah merupakan acara awal yang harus dilakukan dalam perencanaan pementasan teater. Pementasan teater sebagai wahana acara dan kreativitas pembelajaran seni di sekolah tanpa melibatkan unsur-unsur pemegang kebijakan pendidikan seperti, guru kesenian.

Bagian dari perencanaan yang telah diprogramkan akan mengalami banyak hambatan terutama pemberian moral dan material yang berasal dari penerima didik atau orang renta kau (kebijakan komite sekolah). Hal ini akan mengakibatkan adanya kasus teknis dan non teknis di lapangan.

b. Pembentukan Panitia Inti

Pembentukan panitia inti dalam sebuah planning kegiatan yakni hal penting yang harus dilakukan.Dengan adanya panitia inti maka akan memudahkan suatu tindakan pengorganisasian selanjutnya. Panitia inti di dalam teater, terdiri dari penunjukan atau pengangkatan posisi jabatan untuk Pimpinan Produksi dan Sutradara. Pimpinan Produksi sanggup dipilih dari guru atau orang renta murid.

Tetapi Sutradara harus dipilih dari guru bidang seni atau instruktur di luar sekolah dengan jaminan sebuah janji dan jelasan honorium. Hal ini dilakukan untuk menjaga hakekat pengelolaan atau manajemen yakni saling menguntungkan dan memahami rasa kebersamaan satu sama lain.

c. Penentuan Naskah Lakon

Penentuan lakon atau naskah lakon yakni tanggungjawab seorang sutradara dan diputuskan secara bersama dengan pertimbangan; Apakah sesuai atau tidak tematik lakon yang dibawakan dengan tingkat kemampuan dan sasaran penonton ? Mengapa naskah atau lakon tersebut yang dipilih?

Hal ini terang harus mempunyai alasan positip bagi kemajuan bersama dari peluang yang memungkinkan. Bagaimana merealisasikannya? Hal ini pun harus diubahsuaikan dengan kemampuan atau kekuatan yang dimiliki berupaya mencari peluang yang memungkinkan, biasanya benturannya kasus pendanaan.

Pementasan teater, sanggup diselenggarakan dalam lingkup yang besar, artinya melibatkan personal yang banyak dengan sejumlah proses latihan yang cukup panjang dan biaya yang diperlukan pun akan lain dengan pementasan teater dalam lingkup kecil. Sebaiknya, alasannya lingkupnya sekolah dan menyangkut pembelajaran. Kamu dianjurkan yang sederhana saja tetapi diberi pengalaman berkesenian secara optimal, terutama dalam memperlakukan lakon hendaknya dilakukan dengan teknik analisis terhadap lakon.

Analisis artinya mengurai, memecahkan atau membedah sesuatu hal menurut kaidah ilmiah dengan memfungsikan daya pikir. Analisis naskah dalam seni teater yakni kemampuan untuk mengurai dan menghubungkan tokoh dengan beberapa unsur naskah yang dibaca, digali, diseleksi, disusun dan diwujudkan secara kreatif dalam bentuk pementasan teater.

Kegiatan analisis naskah bersumber dari naskah yang dibaca kemudian dituangkan dalam bentuk draf atau format analisis naskah. Adapun draf atau format analisis naskah lakon, sanggup kau simak dan lakukan sesuai dengan formal tabel berikut ini.

Keuntungan penyusunan lakon teater dengan menciptakan analisis/ tafsir terhadap naskah yakni untuk memudahkan koordinasi kerja dalam melaksanakan latihan. Menyusun lakon teater secara bahu-membahu akan membangun kesamaan visi dan misi yang ditampilkan oleh kelompok.

Adapun tujuan akibatnya dengan melaksanakan analisis naskah biar terciptanya keutuhan, keterpaduan dan keharmonisan dalam menyusun lakon teater yang sesuai dengan naskah yang akan ditampilkan.

Langkah selanjutnya dalam kreativitas menyusun lakon teater yakni melaksanakan proses latihan yang bersifat inpidu dan kelompok. Hal ini untuk mencapai bentuk pementasan teater yang telah direncanakan sebelumnya dan akibatnya kau melaksanakan presentasi seni kiprah verbal dan goresan pena secara kelompok.

d. Menyusun Panitia

Pengorganisasian dalam pementasan teater di sekolah lebih sesuai dengan bentuk organisasi panitia. Pola ini bersifat mudah dan tentative (sewaktu-waktu) artinya panitia dibuat sesuai dengan kapasitas kebutuhan yang dibuat dan dibubarkan sesuai dengan batas waktu berakhir. Susunan panitia yang sanggup dilakukan dalam pementasan teater di sekolah mirip denah atau struktur di bawah ini.

e. Tugas dan Tanggung Jawab Panitia

Panitia pementasan telah tersusun dan diputuskan secara musyawarah,selanjutnya perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman kiprah sertatanggungjawab yang harus dilakukan oleh masing-masing staf dan bidang di dalam kepanitiaan.

Hal ini dilakukan biar panitia yang satu dengan yang lainnya terjadi satu kesatuan; saling menghormati, saling mempercayai, menjunjung azas kekeluargaan dan menghindari overlapping, artinya mengerjakan suatu pekerjaan orang lain yang sebetulnya bukan kiprah dan tanggungjawab dirinya. Sehingga mendorong terjadinya bias dan ketidak jelasan kiprah dan tanggungjawab dalam mekanisme kerja.

Pelindung
Pelindung yakni seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai pelindung atau pengayom kegiatan pementasan, kiprah dan tanggungjawab:

• Bertugas melindungi atau mengayomi seluruh kegiatan pementasan, baik secara kedinasan atau pun pribadi, terutama berkaitan dengan kepentingan pembuatan surat rekomendasi dan izin kegiatan bagi para birokrat maupun orang renta kau yang terlibat di dalamnya.
• Tanggungjawabnya, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi dan sutradara berkaitan dengan masukan nyata keselamatan pementasan.
 
Penasehat
Penasehat yakni seorang atau beberapa orang panitia yang diangkat sebagai penasehat kegiatan pementasan. Tugas dan tanggungjawab:

• Bertugas memberi masukan-masukan perihal hal-hal yang nyata dan hal yang negatif, terutama dalam hal proses produksi dan proses penciptaan teater di lapangan baik teknik maupun non teknis.
• Tanggungjawabnya berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi dan sutradara berkaitan dengan pementasan seni.

Penanggungjawab
Penanggungjawab yakni seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai penanggungjawab kegiatan pementasan, Tugas dan tanggungjawab:

• Bertugas menanggungjawabi seluruh kegiatan pementasan, baik secara teknis maupun non teknis dilapangan terutama berkaitan dengan kepentingan pemberdayaan organisasi sebagai bab dari kreativitas di sekolah.
• Tanggungjawabnya berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi dan sutradara berkaitan dengan hal- hal pertanggungjawaban seluruh kegiatan pementasan.

Pembimbing
Pembimbing yakni seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai pembimbing kegiatan pementasan, Tugas dan tanggungjawab.

• Bertugas membimbing dan membantu kegiatan pementasan, baik teknis maupun non teknis di lapangan, terutama berkaitan dengan memotivasi biar anak terdorong kemampuannya dan berbuat serta bersikap penuh dengan kebebasan tanpa paksaan.
• Tanggungjawabnya berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi dan sutradara berkaitan dengan proses pembimbingan biar lebih baik dan optimal.

Pimpinan Produksi
Pimpinan produksi yakni seorang panitia inti yang diangkat melalui musyawarah sekolah dan komite sekolah dengan persetujuan dan dikukuhkan melalui surat keputusan. Tugas dan tanggungjawab:
• Bertugas merencanakan, mengorganisir, menggerakan dan melaksanakan kontrol atau pengawasan terhadap kegiatan yang tengah dan akan dilaksanakan guna tercapainya suatu tujuan pementasan teater secara efektif dan efisien.
• Berhak menegur dan memberi saran serta peringatan kepada panitia apabila terjadi kekeliruan atau indisipliner kerja.
• Berwenang untuk mengadakan penilaian kerja terhadap masing-masing bidang/ seksi dalam kepanitiaan.
• Bertanggungjawab pada pimpinan, anggota, dan diri sendiri, terutama dalam hal pertanggungjawaban kegiatan pementasan serta termasuk di dalamnya kasus kesejahteraan seluruh pendukung pementasan.

Sekretaris
Sekretaris yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah. Tugas dan tanggungjawab:

• Sekretaris bertugas melaksanakan pencatatan, penghimpunan, inventarisir, pendataan, penataan kegiatan dibidang administratiforganisasi. Dalam pelaksanaannya sekretaris dibantu oleh bidang sekretariat.
• Sekretaris bertugas membantu dan melaporkan seluruh acara kegiatan masing-masing bidang kepada seluruh panitia pementasan.
• Sekretaris berhak untuk mengajukan kebutuhan peralatan administrasi, guna kebutuhan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan organisasi.
• Sekretaris berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.
 
Bendahara
Bendahara yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bendahara yakni sebagai pemegang kekuasan keuangan dalam sebuah organisasi atas persetujuan pimpinan produksi.
• Bertugas merencanakan dan melaksanakan pencarian sumbersumber pendanaan (donor organisasi) atau pinjaman, guna memperlancar jalannya kegiatan pementasan yang tengah dan akan dilaksanakan.
• Bertugas melaksanakan pencatatan dan pendataan perihal pendapatan dan pengeluaran keuangan panitia.
• Bertugas melaporkan seluruh keuangan dalam setiap kegiatan kepada panitia.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Acara
Bidang acara yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang acara yakni pemegang keseluruhan acara dalam sebuah kepanitiaan atas persetujuan pimpinan produksi.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh rangkai acara pementasan teater. Terutama, menyusun jadwal kegiatan, jadwal acara pementasan, mulai menunjuk master of ceremony (MC), protokoler, penempatan tamu undangan, penonton, dan kegiatan diskusi sehabis atau sebelum
pementasan.
• Bertugas melaporkan seluruh acara dan rangkaian acara kepada panitia dan pendukung acara.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal kegiatan bidang acara.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Sekretariat
Bidang sekretariat yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggung jawab:
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan
administrasi pementasan teater. Terutama menciptakan dan mengarsipkan surat-menyurat, mendesain dan menciptakan undangan, tiket, acara; menyusun dan menciptakan proposal serta menciptakan laporan pementasan teater.
• Membantu bidang lain yang berkaitan dengan wewenang bidang sekretariat atau kegiatan pengetikan.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Sekretaris perihal bidang sekretariat.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Dana Usaha
Bidang dana perjuangan yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang dana perjuangan yakni sebagai pemegang kekuasaan pencarian dana dalam sebuah kepanitiaan atas persetujuan pimpinan produksi dan bendahara.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan penghimpunan dana dan barang atau produk acara pementasan teater. Terutama, penjaringan dana melalui penjualan tiket, sponsor, donator dan bentuk perjuangan lain yang sanggup mendatangkan keuangan bagi terselengggaranya pementasan teater.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan pencarian dana dan barang atau produk kepada pimpinan produksi dan bendahara.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi dan bendahara perihal bidang dana usaha.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Publikasi
Bidang publikasi yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang publikasi yakni sebagai pemegang kekuasaan dibidang publikasi dalam suatu panitia pementasan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan publikasi berupa informasi pementasan teater, melalui media: radio, televisi, media cetak, poster, spanduk, baligo atau pun selebaran/ flayer.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan publikasi dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang publikasi.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Dokumentasi
Bidang dokumentasi yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang dokumentasi yakni pemegang kekuasaan dibidang dokumentasi dalam suatu kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan dokumentasi pementasan teater, baik berupa photo, video maupun membantu pengarsipan sebagai materi laporan.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan dokumentasi dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang dokumentasi.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Sarana dan Perlengkapan
Bidang sarana dan perlengkapan yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang sarana dan perlengkapan yakni pemegang kekuasaan dibidang sarana dan perlengkapan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan terkait sarana dan perlengkapan yang diperlukan bagi kelancaran sebuah pementasan.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan sarana dan perlengkapan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang sarana dan perlengkapan.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Transportasi
Bidang transportasi yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang transportasi yakni pemegang kekuasaan dibidang transportasi dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan transportasi bagi artis dan pendukung pementasan serta pengangkutan barang.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan transportasi dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang transportasi.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Kesejahteraan
Bidang kesejahteraan yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang kesejahteraan yakni pemegang kekuasaan dibidang kesejahteraan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan kesejahteraan pendukung pementasan, meliputi: konsumsi, dan P3K.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan kesejahteraan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang kesejahteraan.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Umum
Bidang umum yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang umum yakni pemegang kekuasaan dibidang umum dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruhkegiatan dibidang umum sebagai tenaga cadangan yang harus siap membantu bidang lain yang membutuhkan, terutama sebagai tenaga pelaksana di lapangan.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan umum selama proses dan kegiatan tamat pementasan.
• Berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang umum.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

Bidang Keamanan
Bidang keamanan yakni seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan produksi menurut musyawarah.

Tugas dan tanggungjawab:
• Bidang keamanan yakni pemegang kekuasaan dibidang keamanan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan keamanan penonton, jiwa dan barang pendukung selama proses latihan dan pementasan berlangsung.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan keamanan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pementasan berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada pimpinan produksi perihal lingkup bidang keamanan.
• Bertanggungjawab kepada pimpinan produksi.

f. Menyusun Jadwal Produksi dan Pementasan

Jadwal produksi atau jadwal kegiatan produksi dan pementasan atau lebih terkenal dengan istilah time schedule merupakan langkah berikutnya sehabis kita menyusun panitia. Jadwal produksi berisi susunan materi acara dan urutan waktu dalam menyiapkan pementasan dari masingmasing bidang, baik kegiatan artistik maupun non artistik.

Jadwal produksi didasarkan atas perhitungan efisensi waktu dan proses latihan materi seni dan produksi serta efektivitas pementasan teater dengan cara pemberdayaan sumber-sumber yang ada dan cenderung irit tetapi tidak mengurangi kualitas seni teater yang dihasilkan.

Time Schedule berfungsi memberi gambaran, dan klarifikasi perihal planning pementasan menurut sasaran waktu, sasaran tujuan, sasaran proses dan sasaran hasil. Hal ini memudahkan seluruh panitia untuk mengetahui, memahami dan melaksanakan acara sesuai dengan mekanisme yang harus ditempuh. Time schedule itu mirip kompas atau peta konsep yang akan dijalani dan biar tidak tersesat dalam menghadapi banyak hambatan serta kasus di lapangan kelak.

Menyusun jadwal kegiatan dalam pementasan teater tradisional hampir tidak ditemukan. Jadwal pada pementasan teater tradisional cenderung bersifat jadwal atau acara pementasan yang telah disepakati antara penanggap pementasan dengan kelompok pementasan teater tradisional. Hal ini pun, kadangkala berupa cacatan yang tidak formal, mirip catatan harian yang dilakukan dengan memakai sebuah buku tulis.

Namun tidak menutup kemingkinan kelompok pementasan teater rakyat pun, ada yang sudah memakai format daftar pesan acara.

Pencatatan daftar acara pementasan pada teater tradisional dilakukan untuk menghindari terjadinya bentrokan acara pementasan dalam waktu yang sama. Hal ini juga untuk keefektifan dan keefisienan sehingga kelompok pementasan teater tradisional menerima kepercayaan yang tinggi dari para penanggapnya dan tidak rugi secara financial alasannya harus melaksanakan ganti rugi akhir kekhilafan pencatatan jadwal pementasan.

Berikut ini sertakan pola jadwal kegiatan dalam sebuah perencanaan produksi pementasan teater yang sanggup kau lakukan sesuai tabel berikut ini.

g. Menyusun Proposal Pementasan Teater

Akhir dari merancang pementasan teater yakni seorang pimpinan produksi mengimplementasikannya dalam bentuk proposal pementasan.

Proposal sanggup diartikan sebagai pengajuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini, berfungsi untuk pihak-pihak yang mempunyai legalitas dan membutuhkan kegiatan kerjasama, terutama dalam hal lampiran:perijinan, kemitraan, donasi, dan publikasi.

Pembuatan proposal pementasan teater secara isi sanggup dilakukan dengan strategis 5 W + 1H, yaitu What, lakon apa yang akan dipentaskan? Why, mengapa mementaskan lakon tersebut? Who, siapa yang akan memainkan dan yang menggarapnya? When, kapan akan dipentaskan? Where, dimana kita akan pentas atau pementasan? dan How, bagaimana cara melaksanakannya biar tercapai tujuan seni. Dengan demikian di dalam merealisasikan acara sanggup diajukan sejumlah pertanyaan mirip apa itu pementasan teater, Mengapa teater dengan lakon tersebut merasa penting untuk dipentaskan ?

Contoh Kerangkan Proposal

COVER
DASAR PEMIKIRAN PEMENTASAN
MAKSUD DAN TUJUAN PEMENTASAN
SASARAN PEMENTASAN
PEMENTASAN:
A. NAMA PEMENTASAN
B. TEMA PEMENTASAN
C. TEMPAT PEMENTASAN
D. WAKTU PEMENTASAN
E. DURASI PEMENTASAN
F. BENTUK PEMENTASAN
G. SINOPSIS PEMENTASAN
H. MATERI PEMENTASAN
BIODATA PENGGARAP
SUSUNAN PANITIA
RENCANA ANGGARAN PRODUKSI

Meliputi kebutuhan :
• Sekretariat, ATK, pembuatan cap panitia, kop dan amplop surat panitia,
dan penggandaan surat, proposal dan laporan kegiatan, penyetakan
undangan, tiket, buku acara dll.
• Publikasi dan Dokumentasi
• Konsumsi
• Transportasi
• Pengadaan artistik pentas
• Sarana prasarana
• Horarium pelatih
BENTUK KERJASAMA KEMITRAAN
SPONSOR TUNGGAL
75 – 80 % – SELURUH MEDIA PROMOSI
YANG DITAWARKAN
• SPONSOR UTAMA
50 – 60 % – SETENGAH MEDIA PROMOSI YANG DITAWARKAN
• SPONSOR BIASA
25 – 30 % SEPEREMPAT MEDIA PROMOSI YANG DITAWARKAN
• SPONSOR PARTISIPAN BERSIFAT TIDAK MENGIKAT
MEDIA PROMOSI DAN PUBLIKASI YANG DAPAT DIJADIKAN
KEMITRAAN : DIANTARANYA DAN MEMUNGKINKAN PADA EVENT
INI : SPANDUK, POSTER, PAMLET, T-SHIRT, BOOKLET DAN LEAFLET.
PENUTUP.
Berisi kata-kata epilog dan diakhiri dengan ucapan terima kasih