Pengertian, Jenis Dan Pungsi Kritik Karya Seni Rupa

Pengertian, Jenis dan Pungsi Kritik Karya Seni Rupa – .
Tahukah kau pengertian apresiasi dan kritik karya seni rupa? Pernahkah kau melakukannya?
Kamu mungkin tidak menyadari bahwa acara apresiasi dan kritik sering dilakukan sehari-hari. Menanggapi, memberi komentar, memberi penilaian “bagus” atau “jelek”, “suka” atau “tidak suka” yaitu bab dari acara kritik.

Ketika kau melihat sebuah karya seni rupa, aspek apa saja yang kau lihat?
Mengapa kalian meminati sebuah karya seni rupa tetapi kurang meminati karya yang lainnya?
Mengapa sebuah karya seni rupa kalian katakan “bagus” sedangkan karya yang lain kalian sebut “jelek”?

Silahkan simak penjelasannya berikut ini.

 Jenis dan Pungsi Kritik Karya Seni Rupa  Pengertian, Jenis dan Pungsi Kritik Karya Seni Rupa

Pengertian Kritik Seni Rupa

Untuk sanggup memahami dan membuat kritik karya seni rupa, kau harus memahami pengertian dan acara apresiasi karya seni rupa terlebih dahulu. Secara umum istilah apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni berarti memahami sepenuhnya seluk-beluk karya seni serta menjadi sensitif (peka) terhadap segi-segi estetikanya.

Apresiasi sanggup juga diartikan membuatkan pengalaman antara seniman (perupa) dan penikmat karya, bahkan ada yang menambahkan, menikmati karya seni sama artinya dengan membuat kembali. Dengan kata lain, acara apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni sanggup diartikan sebagai upaya untuk memahami aneka macam hasil seni dengan segala permasalahannya serta menjadi lebih peka terhadap nilai-nilai estetika
yang terkandung di dalamnya.

Dengan mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segisegi estetiknya seesorang dibutuhkan bisa menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya (Soedarso, 1990).

Ada dua fungsi dari acara apresiasi seni yaitu pertama, yaitu semoga kita sanggup meningkatkan dan memupuk kecintaan kepada karya bangsa sendiri dan sekaligus kecintaan kepada sesama manusia.
Fungsi kedua bersifat khusus, ada hubungannya dengan acara mental kita yaitu penikmatan, penilaian, tenggang rasa dan hiburan.

Apresiasi seni juga besar keuntungannya bagi ketahanan budaya Indonesia. Melalui acara apresiasi kesenian Indonesia, kau sanggup lebih mengenal dan menghargai budaya bangsa sendiri.

Melalui acara apresiasi, tidak saja mencar ilmu untuk memahami dan atau menghargai karya seni, tetapi sanggup juga diimplementasikan untuk menghargai aneka macam perbedaan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kau terhadap karya seni dan warisan budaya bangsa lainnya sanggup ditumbuhkan dengan pembelajaran apresiasi ini.

Pengertian kritik dalam seni tidak diartikan sebagai kecaman yang menyudutkan hasil karya atau penciptanya. Hampir sama dengan apresiasi, kritik seni intinya merupakan acara menanggapi karya seni.

Perbedaannya hanyalah kepada fokus dari kritik seni yang lebih bertujuan untuk mengatakan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni. Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam aneka macam aspek, terutama sebagai materi untuk mengatakan kualitas dari sebuah karya.

Para andal seni umumnya beranggapan bahwa acara kritik dimulai dari kebutuhan untuk memahami (apresiasi) kemudian beranjak kepada kebutuhan memperoleh kesenangan dari acara memperbincangkan aneka macam hal yang berkaitan dengan karya seni tersebut.

Sejalan dengan perkembangan pemikiran dan kebutuhan masyarakat terhadap dunia seni, acara kritik kemudian berkembang memenuhi aneka macam fungsi sosial lainnya. Kritik karya seni tidak hanya meningkatkan kualitas pemahaman dan apresiasi terhadap sebuah karya seni, tetapi dipergunakan juga sebagai standar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seni.

Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama sangat menghipnotis persepsi penikmat terhadap kualitas sebuah karya seni bahkan sanggup menghipnotis penilaian irit (price) dari karya seni tersebut.

Dalam dunia pembelajaran seni, acara kritik sanggup dipakai sebagai penilaian dalam proses pembelajaran seni. Kekurangan pada sebuah karya sanggup dijadikan materi analisis untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran maupun hasil mencar ilmu perihal seni.

Jenis Kritik Seni Rupa

Kritik karya seni mempunyai perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka dijumpai beberapa jenis kritik karya seni menurut pendekatannya menyerupai yang disampaikan oleh Feldman (1967), yaitu kritik terkenal (popular criticism), kritik jurnalistik (journalistic criticism), kritik keilmuan (scholarly criticism), dan kritik pendidikan (pedagogical criticism).

Pemahaman terhadap keempat tipe kritik seni sanggup mengantar kebijaksanaan kita untuk memilih referensi pikir dalam melaksanakan kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria), media (alat: bahasa), cara (metoda), sudut pandang, sasaran, dan materi yang tidak sama. Keempat kritik tersebut mempunyai fungsi yang menekankan pada masing-masing keperluannya.

Selain jenis kritik yang disampaikan oleh Feldman, menurut titik tolak atau landasan yang digunakan, dikenal pula beberapa bentuk kritik yaitu: kritik formalistik, kritik ekspresivistik dan instrumentalistik.

Kritik formalistik melihat kualitas karya menurut konfigurasi unsur-unsur pembentukannya, prinsip penataannya, teknik, materi dan medium yang dipakai dalam berkarya seni. Jika kritik formalistik lebih cenderung pada penilaian aspek-aspek formalnya, maka kritik ekspresivistik lebih tertarik untuk menilai sebuah karya menurut kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh perupa melalui sebuah karya seni.

Kegiatan kritik ini umumnya menanggapi kesesuaian atau keterkaitan antara judul, tema, isi dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya.

Jenis kritik lainnya yaitu kritik Instrumentalistik, yaitu jenis kritik seni yang cenderung menilai karya seni menurut kemampuannya mencapai tujuan moral, religius, politik atau psikologi. Dalam prakteknya, penggunaan jenis kritik seni ini diubahsuaikan dengan jenis dan tujuan pembuatan karya seni rupanya.

Fungsi Kritik Karya Seni Rupa

Kritik karya seni rupa mempunyai fungsi yang sangat penting dalam dunia seni rupa dan dalam pendidikan seni. Fungsi kritik seni yang pertama dan utama ialah menjembatani persepsi dan apresiasi artistik dan estetik karya seni rupa, antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni.
Komunikasi antara karya yang disajikan kepada penikmat (publik) seni membuahkan
interaksi timbal-balik antara keduanya. Bagi perupa, kritik seni berfungsi untuk mendeteksi kelemahan, mengupas kedalaman, serta membangun kekurangan pada karya seninya. Sedangkan bagi apresiastor atau penikmat karya seni, kritik seni membantu memahami karya, meningkatkan wawasan dan pengetahuannya terhadap karya seni yang berkualitas.

Demikian seputar Kritik Karya Seni Rupa yang bisa bagikan semoga bermanfaat.
Silahkan simak juga perihal Tips – Tips Penataan Rungan Saat Pemeran Seni Rupa.